Dinkes Sidrap Terapkan Larva Trap untuk Tekan DBD

3 Oktober 2016 15:08

SIDRAP, INIKATA.com – Untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini menerapkan teknologi perangkat jentik (Larva Trap).

Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Sidrap, dr Andi Irwansyah, yang ditemui diruang kerjanya, Senin kemarin, mengatakan, program ini merupakan inovasi terbaru yang diterapkan di daerah ini yang diklaim sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerapkan Larva Trap.

Menurutnya, tekhnologi Larva Trap ini, dibuat dalam rangka memutus mata rantai penularan DBD melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Alopecia sehingga nantinya tidak jadi.masalah bagi kesehatan.

Kata dia, penerapan teknologi Larva Trap yang sederhana dan mudah dibuat dengan manfaat yang lebih besar itu adalah perangkat untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Ditambahkannya, teknologi tepat guna itu, untuk mencegah tersebarnya virus DBD, sebab virus DBD tidak hanya tersebar melalui orang yang sudah terjangkit, namun karena nyamuk Aedes aegipty yang menyebarkan virusnya.

“Teknologi Larva Trap berfungsi untuk menjebak jentik-jentik nyamuk agar tidak tumbuh dan berkembang jauh lebih optimal ketimbang membunuh nyamuk dewasa dengan fogging. Bahannya terbuat dari botol minuman bekas,” katanya.

Irwansyah menjelaskan, permasalahan yang terjadi di Sidrap adalah masih tingginya angka kesakitan akibat penyakit DBD dan cakupan Angka Bebas Jentik (ABJ) baru 60 persen, masih jauh dari target sebesar 95 persen.

Lebih jauh, Irwansyah mengaku, situasi penyakit DBD di Sidrap pada tahun 2013 sebanyak 173 penderita, tahun 2014 sebanyak 56 orang dan mengalami penurunan sebanyak 116 orang (32,55%). Sedangkan di tahun 2015 terdapat jumlah penderita 82 orang dan mengalami peningkatan sebanyak 26 orang (68,29%).

“Sementara penderita di tahun 2016 ini mulai Januari hingga Agustus sekitar 137 penderita dan meninggal 1 orang. Makanya, kami berharap setelah disosialisasikannya Larva Trap ini angka kasus DBD bisa tertekan. Jadi, warga diminta agar bisa memperbanyak sendiri alat ini untuk dipasang di rumah masing-masing,” tandasnya.

Penulis: Hasman Hanafi

Comments